Maryam Kauni Adzkana,

dipanggil Kana. Tanggal 12 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB, lahir dengan nyaman, tenang, bahagia dan disambut dengan ucapan salam “Assalamualaikum” dari kami Abah-Ambu nya dan seluruh yang menemani di ruangan bersalin.

QS. Maryam: 1-11

Bismillah, berawal dari datangnya rasa pasrah dan berserah diri atas kehadiran amanah dari Allah yang ditunggu selama hampir 2 tahun. Menjadi silent reader dari postingan dr. Suryo Bawono dan sempat berniat untuk datang konsul sambil mengamalkan QS Maryam 1-11. Alhamdulillah di tanggal 15 Desember 2017, pagi itu akhirnya ada jawaban dari Allah atas doa dan harapan dari kami, dua garis jelas terlihat. MashaAllah, Tabarokallah.

Lihat videonya di sini

Video Kelahiran Kana



Knowledge is Power
Sejak awal kehamilan bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk si buah hati sejak dalam kandungan, dimulai dari membaca-baca informasi seputar kehamilan dari akun instagram Mba Mila dan Mba Yesie @bidankita sampai akhirnya mengenal istilah hypnobirthing.

Di usia kehamilan masuk 27w kami dapet kesempatan untuk ikut acara Prenatal Gentle Yoga. Sejak selesai dari sana, kami semakin semangat memberdayakan diri untuk menyambut kedatangan buah hati kami ke dunia. Karena mengalami kesulitan dalam mengingat setiap gerakan yoga di rumah, akhirnya ikut kelas yoga di Proviclinic setiap akhir pekan (walaupun selalu dapat saat ada yang batal).

Dari kelas yoga tersebut, kami ketemu sama Mba Ochan, sebagai fasilitator yoga. Kana selalu respon apa yg diafirmasikan oleh beliau. Mungkin karena suaranya yg merdu atau bikin ngantuk hehehe. Selama ikut kelas, baru 1 kali aja Kana ketemu sama Mba Mila di kelas yoga. Dan di usia kehamilan masuk ke 32w akhirnya kami dapat kesempatan ikut kelas Hypnobirthing dan Hypnobreastfeeding.  Dan itu membuka pengetahuan kami tentang bagaimana mempersiapkan melahirkan dengan nyaman, tenang dan bahagia.

HPL datang!!!


Gelombang cinta masih hilang timbul. Masuk 37w udah mulai jalanin beberapa cara untuk induksi alami. Tapi gelombang cinta yg katanya sudah bisa hadir mulai 37w belum terasa pada diriku. Kami santai sekali, menunggu Kana siap keluar ketemu dengan kami. Walaupun sudah banyak pertanyaan  “udah mules belum?” “Udh ada tanda2 belum?” “Kok blm kerasa mules sih?” Dll.

Tapi kami yakin Kana punya waktunya sendiri buat lahir ketemu kami. Sejak awal cek kehamilan bulanan ke dr Yuditia Purwosunu, beliau sudah bilang kalau Kana badannya besar namun bukan jd penghalang untuk melahirkan secara normal. Sampai di 40w1d kita periksa lagi ke dokter buat cek kondisi Kana dan 4 pelindungnya.

Alhamdulillah mereka dalam keadaan baik. Dokter sempet menawarkan untuk induksi tapi kami tolak dulu karena ga pengen buru-buru Kana keluar secara paksa, yang kalau kata Mba Ochan, Kana masih punya jatah kontrakan jadi gak boleh di gedor-gedor suruh keluar. Tiap hari kami jalanin induksi alami. Mulai dr powerwalk, yoga, main gymball, makan nanas-durian-kiwi-kurma, dan mesra-mesraan sampai accupresure.

Tapi Kana tetep anteng dandan di perut aku siap2 ketemu ambu abahnya.Sambil kami lakuin afirmasi setiap hari, ‘Kana sayang ayo semangat semakin bergerak turun ke panggul ya sayaang, tolong bilangin juga ke mulut rahim nya agar semakin melunak seiring pembukaan yang semakin besar.

Dari sana kami merasa Kana balik memberikan afirmasi ke kami, seolah-olah dia bilang bahwa dia sudah maksimal melakukan usaha itu dan kami rasa Kana seperti meminta pertolongan ke kami. Sampai akhirnya di 40w5d malam kami ngobrol di rumah.

Saling maaf-maafan dan menyampaikan semua keluh kesah yang mungkin ada dan belum tersampaikan termasuk ke Kana. Minta maaf ke Kana mungkin selama ini kami sering lupa jaga kesehatan dan kurang berhati-hati.  Kami juga sudah diskusi dan sepakat bahwa apa yang disarankan dokter Yudit besok saat kontrol inshaAllah kami yakin untuk jalaninnya. Besoknya di 40w6d kami periksa lagi ke dokter buat tau kondisi Kana dan 4 pelindungnya. Hasilnya Alhamdulillah bagus tapi karena berat badan Kana udh 3,6kg di perut, akhirnya dokter langsung suruh induksi untuk melunakkan mulut rahim.

Tidak ada indikasi lain kenapa dokter suruh induksi selain menjaga supaya berat badan Kana tidak semakin naik karena mau lahiran normal. Terus kami ngobrol lagi sampai akhirnya kami acceptance kalau memang induksi melunakkan mulut rahim adalah jalan kalau Kana udh mau ketemu kami sebentar lagi.

10 Agustus malam hari masuk ke kamar bersalin, setelah cek CTG dan persiapan lain jam setengah 2 malem baru dikasih induksi tahap 1 dan ternyata bidan bilang udh bukaan 2 sebenernya. Alhamdulillah.

Walaupun ga terasa tp tandanya Kana udh siap2 keluar. Kami lanjut main gymball dan powerwalk walau udh malem karena ngantuk lsg ilang pas tau udh bukaan 2 hehee. Selanjutnya induksi tahap 2 dan 3 setiap 6 jam sekali dilakuin, tapi rasanya masih belum ada tanda apa2, flek yang keluar masih sedikit dan cek pembukaan baru bertahan di bukaan 4 (lama sih termasuknya) tp kita selalu happy karena tandanya Kana semakin dekat ketemu kami.

11 Agustus jam 9 malem dokter Yudit datang sekalian kasih induksi tahap 4 dan cek bukaan. Alhamdulillah tetep masih bukaan 4 hehe. Sempat ragu karena ini sudah tahap 4, sudah obat induksi terakhir yang dikasih, sudah hampir 24jam pula proses induksinya. Tapi kami bersyukur banget bertemu dokter yang super baik, beliau sempat bilang ‘sabar ya, kan mau lahiran normal kan.. kita harus sabar.” Dari sana timbul lagi semangat kami bahwa kami yakin bisa lahiran dengan cara normal.

Rasa sakit mulai kuat datan, akhirnya kami memilih untuk berada di ruang bersalin sambil main gymball dan yoga di atas kasur (karena saat itu ambu udh mulai jd pendiem cuma nurut apa yg disuruh sm abah dan Mba Ochan. Jam 9an ambu bilang ambu kaya mau ngeden dan akhirnya dipanggil deh dokter Yudit dan tim ke ruang bersalin buat siap2.

Pas bukaan lengkap, rasa mules datang terus tiba-tiba seperti ada yang pecah. Ternyata air ketubannya keluar. Banjir deh tuh ruangan maaf ya Mba Puput kebagian rejeki kecipratan ya hihihi..

Alhamdulillah sesuai afirmasi lagi ketuban pecah saat bukaan besar. Dan jam 10 pas, Kana lahir ke dunia dengan nyaman dan tenang disambut ucapan salam dari kami orang tuanya dan seluruh yg sudah bantu Kana dan ambu dalam proses persalinan. Alhamdulillah ya Allah Kana lahir dalam kondisi sehat sempurna dan ternyata berat badannya sudah 3,83 kg setelah kurang lebih 32 jam kami nunggu standby di RS hehehe

Semua ibu di dunia ini hebat, berjuang bantu adik bayi lahir ke dunia, bagaimanapun cara yg dipilih adik bayi. Dan untuk yang masih menanti hadirnya amanah dari Allah. Sabar dan tawakal. Yakin Allah pasti kasih jawaban diwaktu yang tepat.

Aamiin ya Rabbal’alamin

Comments are closed.

Recent Posts

New Concerns Regarding Top quality Posting Pieces of paper Addressed and Why You Must Learn Each individual Expression of that Document

Top quality Making Report - What Is It? Make sure you insert as several information as feasible when you define…

3 days ago

Top Essay about Veterans Choices

The Battle Over Essay about Veterans and How to Win It You can depend on the very best essay assistance…

3 days ago

Business at some sort of Glance

All In relation to Organization Each online business ranges thereby each one may perhaps come across a different or fantastic…

5 days ago

Business at your Glance

All Regarding Internet business Any company varies consequently every may well find out a different or exceptional approach for you…

5 days ago

Business at a Glance

All With regards to Organization Just about every small business ranges and as a result every could explore a different…

5 days ago

Online business at your Glance

All About Small business Each and every company may differ and as such each one could possibly discover a numerous…

5 days ago